Berita

pengembangan prodi Ekonomi Islam

Penulis : cek ganti, 14 Agustus 2010, 12:42:28

PENGEMBANGAN PRODI EKONOMI ISLAM DI FAKULTAS SYARIAH IAIN  WALISONGO SEMARANG

Oleh: H. Muhibbin Noor

Pendahuluan

            Bahwa sejak tahun tujuh puluhan, perbicangan tentang ekonomi syariah atau ekonomi Islam mulai marak.  Bank yang operasionalnya berdasarkan prinsip-prinsip syariah pun mulai didirikan, meskipn belum banyak.  Setelah mengalami ujian berbarengan dengan bank-bank yang menggunakan system konvensional pada tahun 97 dan 98 an, dan ternyata bank yang didasarkan atas prinsip syariah tidak terpengaruh sebagaimana bank-bank konvensioanl, kemudian banyak orang mulai melirik potensi bank syariah ini.  Karena itu mulailah ramai-ramai bank-bank konvensional membuka unit syariah di dalamnya, disamping muncul bank-bank lain yang didasarkan atas prinsip-prinsip syariah.

            Menyadari kenyataan tersebut, perguruan tinggi sebagai penyedia sumber daya manusia pelaku perbankan, mulai bersiap membuka program studi yang dapat digolongkan baru di dunia perguruan tinggi Islam, yakni prodi ekonomi syariah dengan berbagai konsentrasi.  Dengan alasan kebaruannya tersebut, dapat dilihat beberapa model yang dikembangkan oleh  perguruan tinggi yang membuka pembelajaran ekonomi Islam tersebut.  Model-model yang ada dengan berbagai variasinya tersebut secara garis besar dapat digolongkan ke dalam dua model, yakni:

  • Lebih menonjolkan  pengajaran tentang fiqh muamalah dan keilmuan syariah lainnya, dan hanya memberikan  pengajaran tentang teori-teori ekonomi secara global dengan pendekatan konseptual saja.  Sementara itu ilmu  ekonomi dan perbankan konvensional yang merupakan  basis ilmu ekonomi itu sendiri kurang mendapatkan porsi yang mencukupi.  Demikian juga dengan ilmu dan teknologi  sebagai pendukung utama  ilmu ekonomi, seperti matematika dan statistika misalnya kurang mendapatkan tempat.  Tentu hal yang demikian akan mengakibatkan  terjadinya pemahaman yang kurang tepat tentang  ekonomi Islam secara utuh dan dapat diandalkan serta dapat dianggap sebagai  disiplin ilmu yang terukur menurut criteria pembelajaran yang sinergis antara contents, condaucts, contexts, dan contours.
  • Lebih  menonjolkan  pembelajaran tentang ekonomi konvensional  dengan semua tingkatan  pendekatannya,  tetapi hanya sedikit memberikan pembelajaran tentang  teori ekonomi Islam. Pembelajaran tentang ushul fiqh, fiqh muamalah, dan falsafah hukum Islam, misalnya kurang atau bahkan tidak mendapatkan porsi di dalamnya.  Barangkali  dalam  kondisi tertentu keadaan ini dirasa mencukupi, ketimbang model pertama, karena basis keilmuan  ekonomi yang dikuasai  dianggap mencukupi, sedangkan tentang teori ekonomi Islam dianggap hanya merupakan tambahan yang tidak terlalu mendasar.  Namun pada saat tertentu kondisi ini akan  merupakan kelemahan yang menonjol apabila  dihadapkan  kepada masalah-masalah perbedaan konsep tentang hakekat ekonomi konvensional dan Islam.  Demikian juga dalam dataran  pengembangan, kondisi ini  tidak akan dapat menolong  alumninya untuk mengadakan  langkah-langkah kreatif dalam mengembangkan  ilmu ekonomi Islam yang disesuaikan dengan  kebutuhan masyarakat.

Untuk fakultas Syari`ah menurut saya dapat mengkombinasikan dua kecenderungan tersebut dengan berusaha memberikan penekanan kepada keduanya, tetapi memang penekanan terhadap teori-teori ekonomi secara umum harus mendapatkan prioritas, karena hal itu menjadi dasar dan fondasi bagi setiap ekonom, termasuk ekonom Islam.

Tentang Program Studi

Kebutuhan dan tuntutan masyarakat saat ini semakin kompleks, karena itu program-program studi yang ditawarkan oleh  penyelenggara pendidikan termasuk fakultas Syari`ah juga dapat dan sangat mungkin bervariasi.  Namun demikian untuk fakultas Syari`ah, khususnya  dalam program studi Ekonomi Islam, pola yang biasa digunakan di ekonomi konvensional kiranya juga dapat digunakan dalam prodi ini, dengan pengembangan dalam konsentrasinya.  Pola tersebut  meliputi:

  1. Program studi managemen
  2. Program studi akuntansi, dan
  3. Program studi ilmu ekonomi dan studi pembangunan.

Program-program studi tersebut dapat mengembangkan dirinya melalui konsentrasi-konsntrasi yang dibutuhkan, tentu dengan mengingat berbagai hal, termasuk minat masyarakat pengguna, ketersediaan SDM, dan lainnya.

 

 

Konpentensi

Para alumni dari prodi ekonomi Islam diharapkan mempunyai kompetensi umum sebagai berikut:

  • Memiliki tujuh ketrampilan hidup, yakni:
    • Mampu mengenali diri dan potensi serta memanfaatkannya untuk kepentingan diri, keluarga, dan masyarakat luas
    • Mampu memahami orang lain
    • Mampu berkomunikasi secara efektif
    • Mampu belajar dari setiap kejadian dan kondisi
    • Mampu membuat keputusan yang tepat
    • Mampu mengelola sumberdaya yang tersedia
    • Mampu bekerja secara tim
  • Senantiasa  siap menggali ilmu  termasuk  dari sumber-sumber yang mengunakan bahasa Arab dan Inggris sehingga siap dalam sekala global
  • Mampu menggunakan alat-alat analisis dan metode kuantitatif, seperti matematika, statistika untuk memahami model-model yang digunakan dalam ilmu ekonomi dan bisnis
  • Mampu menggunakan computer sebagai alat untuk mengolah data, baik dalam bentuk spreadsheet maupun wordprocessor, membuat bahan presentasi, mengoperasikan software terapan yang digunakan dalam bisnis maupun alat untuk berkomunikasi melalui media internet
  • Mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam dunia bisnis dan ekonomi
  • Mempunyai komitmen untuk selalu menggali, mengkaji, menerapkan, dan mengembangkan ilmu ekonomi Islam dengan segala aspek dan aplikasinya
  • Mempunyai komitmen untuk mengajak dan mendorong semua lapisan masyarakat menerapkan nilai-nilai Islam dalam dunia ekonomi, manajemen maupun bisnis.

Disamping itu lulusan prodi ini diharapkan pula mempunyai kompetensi secara khusus sesuai dengan program studi dan konsentrasi yang digelutinya, misalnya:

Prodi Managemen:

Konsentrasi Managemen Keuangan Islam:

  • Memahami konsep dan prinsip operasional lembaga keuangan syariah serta mengaplikasikannya baik ditingkat local, nasional maupun internasional
  • Mampu merancang produk-produk keuangan syariah yang sesuai dengan  kebutuhan dan kondisi masyarakat
  • Mampu merancang mosel-model  pembiayaan yang dibutuhkan oleh perusahaan, baik disektor jasa maupun sector riil
  • Mampu merancang dan mengalisis sumber-sumber keuangan  yang sesuai dengan ajaran Islam serta memanfaatkannya secara efektif dan efisien.

Konsentrasi managemen pemasaran dan Kewirausahaan Islami:

  • Mampu menerapkan teori mamagemen dalam organisasi, baik organisasi bisnis maupun non profit atau nirlaba dalam berbagai jenjang managemen, baik tingkat puncak mapun menengah
  • Mampu membaca dan menangkap peluang-peluang bisnis serta menuangkannya dalam sebuah studi kelayakan bisnis yang layak dan menarik bagi investor
  • Mampu mengimplementasikan studi kelayakan dalam bisnis riil yang menguntungkan sehingga dapat membuka peluang kerja
  • Mampu merancang strategi pemasaran serta menerapkan dalam dunia bisnis maupun lembaga keuangan nirlaba

Program Studi Akuntansi Islam:

  • Mampu merancang dan mengoperasikan system akuntansi lembaga bisnis yang dikelola  secara Islami
  • Mampu menyusun laporan keuangan baik dalam bentuk neraca maupun laporan rugi dan laba serta menganalisis  yang dapat digunakan untuk pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan
  • Mampu memeriksa atau mengaudit kinerja lembaga bisnis yang dikelola secara Islami

Prodi studi Ilmu Ekonomi Islam dan Studi Pembangunan;

  • Memahami dan memiliki pandangan yang kritis terhadap konsep-konsep dan medel-model pembangunan konvensional berdasarkan pemahaman yang mendalam mengenai konsep-konsep yang dilandasi nilai-nilai moral dan operasioanl yang dikehendaki oleh Islam
  • Mampu menganalisis model-model ekonomi makro dan mikro yang digunakan sebagai landasan  dalam melaksanakan pembangunan perekonomian suatu bangsa, baik  yang bersifat domestic, nasioanl, maupun global
  • Mampu menganalisis model-model tersebut ditinjau dari niali-nilai Islam serta merekayasa model-model tersebut disesuaikan dengan pola-pola  pembangunan ekonomi yang  pernah sukses ketika Nabi Muhammad  SAW berhasil membanguna masyarakat Madani.

Kurikulum

Dengan melihat kompentsi sebagaimana yang disebutkan di atas, maka kurikulum yang dirumuskan juga harus menyesuaikan dengan keinginan yang ada dalam   kompentensi lulusan.  Artinya Pembelajaran yang menyakut system, metode, evaluasi, perangkat pembelajaran dan lainnya, termasuk mata kuliah yang ditawarkan dalam perkuliahan juga disesuaikan dengan kebutuhan yang akan mendukung tercapainya target kompetensi tersebut.  Karena itu sangat mungkin  kurikulum selalu diperbaharui sesuai dengan tuntutan pasar, tetapi harus ada yang dipertahankan secara permanent.

Untuk pertama kali dan dalam rangka pengembangan kurikulum, barangkali mencari perbandingan dari berbagai kurikulum yang telah diberlakukan oleh beberapa program studi dan konsentrasi sejenis, merupakan langkah yang harus ditempuh.  Dari koleksi berbagai kurikulum yang tersedia tersebut  fakultas Syari`ah (prodi Ekonomi Islam) dapat mengkombinasikan sedemikian rupa, tentu sekali lagi disesuaikan dengan kebutuhan riil konsentrasi yang dikembangkan.

Disamping itu menyerap informasi dari stake holders juga sangat diperlukan, agar kurikulum yang ditawarkan justru tidak akan kontra produktif dan usang.

Tenaga Edukatif

            Dalam rangka upaya  mengembangkan program studi, termasuk prodi Ekonomi Islam, hal yang tidak dapat diabaikan ialah tersedianya sumber daya manusia yang akan mengelola dan sekaligus juga mengajar, membimbing, dan mentransfer ilmu kepada  mahasiswa.  Artinya dosen yang akan menganjar, mengarahkan, dan membimbing mahasiswa dalam rangka mencapai target kompetensi tersebut, harus tersedia dan cukup.  Tidak harus seluruhnya merupakan dosen tetap, namun bisa juga dosen tidak tetap, tetapi mempunyai komitmen yang jelas terhadap perkembangan dan kemajuan prodi tersebut.

Laboratorium

            Salah satu hal yang tidak dapat diabaikan juga, dalam rangka pengembangan prodi Ekonomi Islam ialah tersedianya laboratorium untuk mendukung tercapainya kompetensi yang ditetapkan.  Operationalisasi computer dengan berbagai program yang mendukung, seperti akuntansi, mutlak dimiliki.

            Prodi Ekonomi Islam, sebagaimana prodi ekonomi pada umumnya, akan sangat membutuhkan berbagai perangkat yang harus disediakan dalam laboratorium, karena memang beberapa mata kuliah dan bahkan dapat dikatakan sebagian besar yang diajarkan mengharuskan  adanya praktikum riil di laboratorium.  Karena itu dapat dipastikan bahwa  tanpa laboratorium yang cukup, mustahil prodi EI ini akan berkembang dan menghasilkan alumni yang mempunyai standard kompetensi sebagaimana diharapkan tersebut.

Perpustakaan

            Perpustakaan ialah ibarat jantungnya perguruan tinggi yang di dalamnya menawarkan berbagai program studi, termasuk prodi Ekonomi Islam.  Karena itu dalam upaya mengembangkan prodi ini, kebutuhan buku-buku literature mutlak disediakan di perpustakaan.  Ketersediaan  buku literature dan ditambah dengan pengelolaan yang baik, akan sangat membantu percepatan pengembangan prodi ini.  Pertimbangan ini didasarkan  atas kenyataan bahwa salah satu factor penting pengembangan prodi ialah kualitas lulusan yang baik dan dimanfaatkan serta dibutuhkan oleh banyak orang atau lembaga/instansi.

Kesimpulan

            Jadi kesimpulannya ialah bahwa  untuk pengembangan prodi Ekonomi Islam ini, yang paling utama ialah prodi ini mempunyai standar kompetensi yang ditetapkan dan harus dicapai oleh para lulusannya.  Disamping itu harus didukung dengan beberapa hal sebagaimana  saya sebutkan di atas, yang meliputi kurikulum, SDM, Laboratorium, dan perpustakaan.  Disamping itu juga harus dikelola dengan serius, menggunakan standar mangemen yang baik.  Tanpa semua itu, kiranya akan sulit pada  masa mendatang, prodi ini akan berkembang.

Demikian mudah-mudahan ada manfaatnya untuk kita renungkan bersama demi  kemajuan dan perkembangan lembaga kita ini.  Amin.

 


KOMENTAR
Nama
Website
Email
Komentar
 
Berita Lainnya

Petikan Ayat Al-Qur'an

Al-Baqarah : 183-185

183)Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

(184) (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui

(185) (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur

Lihat Berdasarkan Kategori

  • Pascasarjana IAIN Walisongo
  • Digilib IAIN Walisongo
  • Katalog Perpustakaan IAIN Walisongo
  • wmc